Baru-baru ini, Erica Kaunang, gadis cilik berdarah Kawanua asal Indonesia kembali menunjukkan kelasnya, karena masuk deretan siswa paling pintar di New York Amerika. Pada sebuah acara yang bertajuk National Junior Society Induction Ceremony, namanya kembali menggema di seantero ruangan, sebagai salah satu dari sedikit anak-anak yang dianggap dan diyakini sebagai siswa genius, penerima award bergengsi di dunia pendidikan Amerika.
Di
awal tahun 2014 ini, penghargaan yang diterima Erica tentu akan menjadi
kebanggaan bagi orang tua, dan warga Indonesia lainnya yang tinggal
Amerika. Ini adalah untuk yang ketiga kalinya Erica mendapat penghargaan
Gold Honor Roll, setelah pada tahun 2012 dan2013, ia juga memperolehnya secara penuh.
Hanya saja, acara penghargaan Gold Honor Roll tahun 2014 ini terbilang lebih istimewa oleh karena dirayakan secara besar-besaran di salah satu state
di Negeri Paman Sam itu. Tamu yang hadir pun tidak hanya dari kalangan
akademisi, namun juga para politisi dan penguasa setempat. Sebut saja di
antaranya ada Senator asal NYC, Mr. Joseph P, Addobbo Jr, kemudian ada
juga NYC Councilwoman, Elizabeth Crowley, Principal Dr. Jeanne Fagan
bersama wakilnya, Mr. Frederick Baumann. Dari pihak NJHS (National Junior Honor Society Advisor) hadir Mrs. Kim. Puterbaugh, kemudian ada PIA President, Mrs. Christina De Simone. Mewakili Community School
District 24 Superintendent Madelin Taub-Chan. Banyak juga politisi
lokal lainnya turut hadir untuk memberikan apresiasi terhadap anak-anak
pintar ini.
Dalam acara pemberian Award tersebut, ada 49 siswa dari Gifted and Talented Class (sebuah kelas khusus anak-anak genius dan berprestasi) yang menerima penghargaan. Salah satu dari beberapa penerima penghargaan tersebut adalah Erica Kaunang. Gadis cilik putri tercinta Joutje Kaunang dan Eva Purba (pasangan Manado – Batak) ini memang adalah anak yang sangat pintar dan berprestasi. Menurut sang ayah, Joutje, bahwa penerima award ini memanglah hanya dikhususkan kepada mereka yang memiliki nilai report card di atas 90%. Dan Erica sendiri mendulang hasil, yang menurut pendapat saya amat fantastis yaitu 99.93% atau hampir sempurna (nilai sempurna adalah 100%).
Ke-49
penerima penghargaan ini datang dari kelas yang memang sudah terpilih,
yaitu berjumlah 300 orang, dipilih dari seluruh Amerika Serikat. Mereka
adalah siswa-siswa jenius yang dipilih dan diseleksi secara ketat, masuk
dalam kelompok Gifted n Talented. Ini adalah sebuah peghargaan tertinggi di dunia pendidikan New York City. “Torang (kami)
orang tua merasa terharu ketika nama anak kami disebutkan oleh Senator
New York ketika membawakan pidatonya”, demikian komentar Joutje Kaunang.
Ketika nama Erica dipanggil, gemuruh tepuk tangan para hadirin yang
memenuhi ruangan itu sontak terdengar. Mereka sangat mengapresiasi
anak-anak yang hebat dalam dunia pendidikan.
Sumber: Erica (paling kiri) bersama mamanya (paling kanan)
Dalam sambutannya, Principal Kim mengatakan bahwa tidak gampang untuk terpilih mendapatkan penghargaan dari National Junior Honor Society. Karena apa? Karena untuk mendapatkan nilai seperti itu tidaklah mudah. Dari
300 siswa terpilih dan diyakini sangat pintar itu maka dipilihlah 49
penerima penghargaannya, yaitu mereka-mereka yang memiliki nilai di atas
90%.
Dan
yang lebih membanggakan lagi, dari 49 siswa itu ternyata ada 29 siswa
yang dianggap terpintar, yaitu mereka yang memiliki nilai di atas 99%
(atau hampir 100%). Erica adalah salah satu dari 29 siswa tersebut
dengan nilai 99.93%. Ini tentu menuntut kerja keras dan usaha maksimal
dari seorang Erica. Tidak hanya tatkala hendak memperolehnya, namun juga
untuk mempertahankan apa yang sudah diperolehnya itu. Mungkin sekali,
tidak ada lagi waktu untuk bermain-main layaknya anak sebaya dia.
Waktunya digunakan hanya untuk belajar, dan terus belajar.
Erica
memang adalah seorang gadis cilik yang amat berbakat. Seperti pada
tulisan saya sebelumnya, tentang keberhasilan dan keluarbiasaannya dalam
memanfaatkan momentum. Ia memang tak pernah berhenti belajar, tidak
pula ia terlena dengan apa yang sudah dicapainya. Ia tidak hanya sudah
pernah mendapat tugas menulis surat ke Presiden Amerika, dan akhirnya
mendapat balasan jawaban dari Sang Presiden. Ia pun pernah diwawancarai
Majalah Forbes, hal mana sesuatu yang sangat langka diperoleh. Untuk
masuk Majalah sekaliber Forbes tentu tidak mudah. Bulan ini juga,
sosoknya akan masuk menghias Majalah Infosulut, sebuah majalah ternama
dan bergengsi di Sulawesi Utara.
Ia
adalah contoh anak muda belia berprestasi. Anak yang mengejar mimpi
setinggi langit. Yang berusaha mendapatkan apa yang ia selalu mimpikan
dan impikan, dan yang tidak pernah kalah sebelum berperang. Bagi Erica,
sekali layar terkembang maka sangat pantang untuk diturunkan kembali.
Sekali bertekad untuk maju, jangan pernah berpaling ke belakang.
Kuncinya adalah belajar dan teruslah belajar, sebab tanpa itu, acap kali
kegagalanlah yang menunggu kita di ujung jalan. Selamat buat Erica atas
keberhasilannya. Cheers! ---Michael Sendow---
Credit foto: Joutje Kaunang
Sumber: Joutje Kaunang (ayah Erica) bersalaman dengan Senator NY